Tampilkan postingan dengan label gadget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gadget. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Januari 2015

Dr.Safety Hadir di Zenfone 2 Berkat Kerjasama Asus dengan Trend Micro

Ancaman keamanan mobile kini semakin marak terjadi seiring meningkatnya popularitas penggunaan smartphone. Di tengah kian berkembangnya tren mobilitas di dunia, kehadiran malware Android juga semakin merajalela. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kemunculan beberapa malware baru yang berbahaya setiap tahunnya. 

 gadget

Melihat hal itu, Trend Micro bermitra dengan ASUS menghadirkan aplikasi Dr. Safety dari Trend Micro secara preload di smartphone terbaru besutan ASUS, yakni ASUS ZenFone 2 guna menghadirkan perlindungan menyeluruh kepada seluruh konsumen dari resiko keamanan privasi, ancaman penipuan, phishing, kehilangan perangkat, serta kemungkinan terjadinya kontak yang tidak diinginkan. 

Selain itu, Dr. Safety yang disematkan di perangkat ASUS ZenFone 2 juga akan menawarkan sebuah fitur unik yang akan memberikan rekomendasi kepada pengguna mengenai keamanan permainan mobile alias game yang mereka akses. Selain itu, aplikasi security ini juga telah dilengkapi dengan teknologi keamanan mobile yang telah tersertifikasi dan mendapatkan pengakuandari AV-TEST.

Jumat, 09 Januari 2015

Lenovo Hadirkan Vibe X2 Pro dan P90 di Ajang Pameran CES


     Pada ajang pameran CES di Las Vegas, Lenovo mengungkap beberapa produk ponsel pintar terbarunya. Vibe X2 Pro adalah sebuah ponsel yang merupakan kelanjutan dari Vibe X2 namun dengan layar yang lebih besar. Layar 5,3 inci itu berteknologi IPS dan dengan teknologi Full HD 1080p. 

     Vibe X2 Pro menghadirkan proseor 64-bit Snapdragon 615 octa-core 1,5 GHz, dengan RAM 2 GB. Kapasitas penyimpanan internalnya sebesar 32 GB ditambah dengan slot microSD dan fitur dual-SIM. Perangkat ini berjalan pada sistem operasi Android 4.4 KitKat. Smartphone ini dipermanis dengan kamera belakang 13 MP lengkap dengan sebuah LED flash serta sebuah kameta depan. Perangkat seberat 140 gram ini menggunakan baterai 2410mAh dan diperkaya pula dengan LTE Cat 4 dan WiFi.

Lenovo Vibe X2 Pro dan P90

     Selain Vibe X2 Pro, Lenovo juga mengungkap kehadiran smartphone bernama Lenovo P90 yang diperkuat prosesor 64-bit besutan Intel. Prosesor yang digunakan adalah Intel quad-core Atom Z3560 dengan RAM 2 GB dan kapasitas penyimpanan 32 GB. P90 memiliki layar LCD IPS 5,5 inci beresolusi Full HD 1080p. 

Windows Phone diMata Para Pengembang Tahun Ini


     Platform Windows Phone mendapatkan pukulan berat ketika sejumlah evangelist-nya, seperti Tom Warren dari The Verge dan Ed Bott dari ZDNet, memutuskan untuk meninggalkan platform ini tahun 2014 lalu karena merasa tidak mendapatkan pengalaman terbaik untuk sebuah smartphone. Adopsi Windows Phone di kalangan konsumen juga tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan. Data terakhir IDC menunjukkan marketshare Windows Phone secara global tidak mencapai 3%.

     Di tahun 2015 ini, kami berbincang dengan sejumlah pengembang lokal yang setahun terakhir cukup getol membangun aplikasi untuk platform besutan Microsoft. Topiknya adalah prospek platform Windows Phone di mata pengembang tahun 2015 ini. Apakah mereka akan tetap setia membangun produk untuk platform ini? Apakah mereka akhirnya memilih untuk membangun aplikasi di platform yang lebih populer, yaitu Android dan iOS?

     Adib Thoriq dari Algostudio, yang membangun aplikasi Blastnote, membuka pendapatnya dengan mengatakan, “Saat awal Algostudio berdiri, kami melihat Windows Phone sebagai salah satu platform yang menarik karena ada dukungan dari prinsipal, yaitu Nokia, yang sangat agresif dibanding kompetitor lain. Kami memanfaatkan momentum tersebut dan terbukti sukses.”
 
     M. Hadi Alathas dari Madina Technologies, yang membangun aplikasi Momento, mengamini, “Pada awalnya saya memilih Windows Phone sebagai platform yang saya luncurkan, dikarenakan saya ingin mempunyai produk mobile yang bisa menjadi aplikasi ‘Raksasa/Top’ dan memiliki banyak user pada satu platform. Sehingga ketika kita sudah pindah ke platform lain, setidaknya sudah punya modal user dan nama besar si aplikasi. Jadi akan memudahkan untuk promosi dan mendapat banyak pengguna di platform selanjutnya.” 

     Hadi melanjutkan, “Akhirnya saya memilih fokus di Windows Phone, karena faktor aplikasi sejenis Momento belum ada dan tingkat persaingan aplikasi foto belum seketat seperti di platform iOS dan Android. Dan strategi itu bisa berhasil juga karena ada faktor dukungan dari tim Nokia Developer Indonesia saat itu, yang membantu mempromosikan. Apalagi ketika mereka meluncurkan program DVLUP, yang menurut saya itu program yang sangat bagus untuk developer.” Animo pengembang lokal turun ketika unit mobile Nokia diakuisisi oleh Microsoft. Hadi menyebutkan, “Namun seiring DVLUP tidak se-aktif dulu, developer mungkin kembali kesulitan untuk memasarkan aplikasinya ke user. Apalagi Microsoft sangat lambat dalam memperbarui OS nya untuk mengejar ketertinggalan dari OS lain, sehingga pertumbuhan pengguna nya pun menjadi stagnan.”

http://blogniscalindo.blogspot.com/2015/01/windows-phone-dimata-para-pengembang.html

     Puja Pramudya dari Radya Labs mengakui bahwa saat ini proyek yang berkaitan dengan Windows Phone hanya 20% dari total proyek yang mereka kerjakan. Puja mengungkapkan, “Faktanya, di 2014, saya dan tim lebih banyak mendapatkan tawaran pengerjaan di platform iOS dan Android ketimbang Windows (Phone).”
 

Advertise

Follow Me

NISCALINDO